OBSERVER

"I get up in the morning looking for an adventure"
Cahaya bulan di gunung merbabu. Malam yang cerah berbintang.

Cahaya bulan di gunung merbabu. Malam yang cerah berbintang.

Gunung Papandayan

Bulan September kemarin bertujuh Saya, Fakhri, Dicho, Reja, Alex, Redi, dan Jaka refreshing ke Gunung Papandayan, terletak di Garut tak jauh dari Bandung. Awalnya kami merencanakan ke Gunung Gede, namun karena kuota pendakian sudah full, terpaksa kami urungkan niat itu. Akhirnya saya merekomendasikan ke Gunung Papandayan selain agak mudah dan tak jauh dari Bandung. Lagipula ini juga merupakan pengalaman pertama mereka trekking ke Gunung, karena di tim ini Alhamdulillah hanya saya yang sebelumnya telah diberikan kesempatan oleh Allah untuk menikmati alam Indonesia dari ketinggian.

Singkat cerita akhirnya kami mendapatkan waktu yang pas, kebetulan di minggu itu kuliah hanya sampai Jumat pagi, sehingga Jumat sore sudah bisa berangkat menuju Garut. Pukul 5 sore akhirnya kami berangkat dari terminal Caheum menggunakan elf dengan tarif 15ribu/orang sampai di terminal Guntur, Garut. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 2 Jam. Selanjutnya setelah sampai di terminal Guntur perjalanan kami lanjutkan dengan angkot yang menuju pertigaan cisurupan, tarifnya waktu itu 90ribu untuk bertujuh, agak mahal sih, “udah malem kang, klo malem disini harganya emang naik” kata sopir angkot. Ya sudahlah, setelah panjang lebar negosiasi akhirnya kami berangkat menuju pertigaan cisurupan. Sampai disana, mengisi perut kemudian belanja kebutuhan yang kurang. Kalau mau cari sesuatu di sini adalah lokasi terkahir yang memungkinkan karena cukup ramai dan banyak penjual (ada indomaret juga). Menuju camp david (basecamp pendakian) dari sini menggunakan carteran pick-up seharga 20ribu/orang (tarif baru -,-).

Setelah sampai di camp david langsung mendaftar dan mengurus keperluan administrasi. Kemudian kami pun beristirahat, kebetulan waktu itu mushola kosong sehingga kami beristirahat disana. Setelah malam yang singkat, di pagi itu tiba-tiba banyak rombongan yang baru datang dan ingin melakukan pendakian, padahal semalam sunyi sepi. Pendakian pun dimulai, trek awal pendakian di dominasi oleh bebatuan namun tidak terlalu curam. Setelah itu masuk ke kawasan hutan hingga sampai di pos Pondok Saladah. Disini merupakan pos yang dianjurkan untuk camp, pelataran yang cukup luas dan terdapat sumber air. Dari sini, Hutan Mati sangat dekat hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit untuk mencapai Hutan Mati. Selanjutnya ada Tegal Alun, dari Pondok Saladah dpat ditempuh melalui dua jalur. Yang pertama, melewati Hutan Mati kemudian menanjak ke Tegal Alun melalui Tanjakan Mamang. Yang kedua langsung menanjak ke Tegal Alun, dari Pondok Saladah tanjakan ini terlihat jelas. Namun saya sarankan, anda memilih opsi pertama yaitu lewat Hutan Mati. Kenapa? Setelah melihat dan merasakan dua jalur ini, lebih mudah dan lebih aman jika anda menuju Tegal Alun lewat Hutan Mati kemudian naik melalui Tanjakan Mamang. Trek langsung (opsi 2) sangat curam, terjal dan berbahaya, lebih enak ketika anda turun dari Tegal Alun melalui ini. Jadi, kembali saya sarankan anda lewat Hutan Mati kemudian naik melalui Tanjakan Mamang, sampai di Tegal Alun kemudian turun melalui trek yang curam dan berbatu. Tegal Alun sendiri menurut kebanyakan orang adalah ujung dari pendakian Gunung Papandayan, di sini merupakan pelataran yang sangat luas dan terdapat banyak eidelweiss.

Seperti itulah gambaran kasar jika anda ke Gunung Papandayan, tidak terlalu sulit namun sangat cantik pemandangan yang di tawarkan di sana, mungkin foto dapat berbicara lebih banyak. Keberuntungan juga buat saya karena waktu itu langit sangat cerah dan bersih sehingga mampu mengabadikan foto milky way. Di Papandayan ini langit sangat cerah dan bersih anda dapat melihat langsung dengan jelas bintang-bintang di langit. Recommended lah buat yang pacaran, selain mudah, viewnya sangat bagus, apalagi malam hari bintang-bintang terlihat jelas ditemani api unggun dan secangkir minuman hangat berdua, bbeehhh romantis sob! haha :D

This is the documentation video of Mount Semeru Trip in May 2013.

The highest mountain in Java, 3676 MASL

Ajianto Puspoyo, Iqro Dewantoro, Mahatma Waskitadi, Muhammad Syirodj, Ramadhan Satrio, Ridho Bakti, Salman.

coldplay:

Great news - Atlas has been nominated for Best Song Written For Visual Media at The Grammy Awards!

It’s really nice to wake up in the morning realizing that God has given you another day to live.

It’s really nice to wake up in the morning realizing that God has given you another day to live.